SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI BLOG Pon- Pes MIFTAHUL HUDA PESAWAHAN RAWALO BANYUMAS

Tuesday, November 18, 2014

KH ZAENI ILYAS AHLI SILATURAHMI 8 KEUTAMAAN SILATURAHMI



keutamaan silaturahmi


Pertama: Silaturrahmi merupakan syiar keimanan kepada Allah ‘azza wa jalla dan hari akhir.


Berkaitan dengan hal ini, ada sebuah hadits dari Abu Hurairahradhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ.

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi. (HR. Bukhari 6138)

Kedua: Silaturrahmi merupakan sebab umur seseorang dipanjangkan dan rizkinya dilapangkan.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ.

Siapa yang suka untuk diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi.(HR. Bukhari 5986 & Muslim 2557)

Berkaitan dengan penafsiran dipanjangkannya umur orang yang menyambung tali silaturrahmi, para ulama memiliki dua penafsiran:

Penafsiran pertama: Maksud dari ditambah atau dipanjangkannya umur adalah bahwasanya Allah ta’alamemberikan keberkahan pada umur, menganugerahkan kekuatan pada diri, dan kejernihan pada akal orang yang menyambung tali silaturrahmi. Sehingga kehidupannya penuh dengan amalan-amalan utama yang bermanfaat bagi dirinya di dunia dan di akhirat.

Penafsiran kedua: Bahwa penambahan atau dipanjangkannya umur tersebut diartikan sesuai dengan hakekatnya, yakni umurnya akan benar-benar dipanjangkan oleh Allah ‘azza wa jalla. Jadi, orang yang menyambung tali silaturrahmi, Allah akan menambah panjang umurnya.

Ketiga: Silaturrahmi salah satu faktor terbesar untuk masuk surga.


Selain dari dua keutamaan yang telah disebutkan, menyambung silaturrahmi memiliki keutamaan istimewa, yakni merupakan salah satu sebab penting yang dapat mengantarkan seorang hamba menuju surga.

Dari Abu Ayyub al-Anshori radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada seorang laki-laki yang berkata: “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku akan amalan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan diriku dari api neraka.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan sabda beliau:

تَعْبُدُ اللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ.

Engkau beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, menegakkan sholat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturrahmi. (HR. Bukhari 1396 & Muslim 13)

Keempat: Menyambung tali silaturrahmi merupakan bentuk ketaatan kepada Allah ta’ala.


Allah subahanahu wa ta’ala memuji orang-orang yang mengerjakan ketaatan kepada-Nya, dan salah satu dari ketaatan kepadanya adalah menyambung tali silaturrahmi. Dalam surat ar-Ra’du Allah ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُوْ اْلأَلْبَابِ. الَّذِيْنَ يُوفُوْنَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلاَ يَنْقُضُوْنَ الْمِيْثَاقَ. وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُوْنَ سُوْءَ الْحِسَابِ.

“Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. (Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian. Danorang-orang yang menyambung apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhan-nya dan takut kepada hisab yang buruk.” (QS. ar-Ra’du: 19-21)

Begitu mulia orang yang mendapatkan pujian dan sanjungan dari Allah ta’ala, dan begitu celaka orang yang mendapatkan celaan dan cercaan dari-Nya.

Kelima: Allah akan menyambung hubungan dengan orang yang menyambung tali silaturrahmi.


Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan menyambung hubungan dengan seorang hamba yang menyambung tali silaturrahmi. Sebaliknya, Allah mengancam akan memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskannya. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamtersebut berbunyi (artinya): “Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk-Nya, hingga apabila Dia selesai dari menciptakan mereka, rahim akan berdiri dan berkata: ‘Ini adalah tempat berdiri orang yang berlindung kepada-Mu dari memutuskan tali silaturrahmi.’ Allah berfirman: ‘Ya, tidakkah engkau ridha bila Aku menyambung orang yang menyambungmu dan memutuskan orang yang memutuskanmu?’ Rahim berkata: ‘Tentu saja.’ Allah berfirman: ‘Maka, itu menjadi milikmu.’” (HR. Bukhari 5987 & Muslim 2554)

Keenam: Menyambung silaturrahmi mengundang pujian.


Telah disebutkan di atas bahwa akal dan fitrah manusia sejalan dengan perintah untuk menyambung tali silaturrahmi dan mencela orang yang memutuskannya. Dari keterangan singkat ini dapat kita ketahui, bahwa orang yang menyambung tali silaturrahmi, dia akan mendapat pujian di tengah manusia, sedangkan orang yang memutuskannya akan mendapat celaan dari mereka.

Sekiranya kita melihat ada seorang yang begitu perhatian dengan sanak saudaranya, gemar membantu mereka yang kekurangan dan begitu memiliki hubungan yang baik dan dekat dengan mereka, tentu saja kita akan senang dan sangat setuju dengan apa yang dia lakukan serta memuji perbuatannya tersebut.

Ketujuh: Terciptanya kedamaian, kecintaan, dan hubungan baik di tengah-tengah keluarga dan karib kerabat.


Dengan diterapkannya syariat menyambung tali silaturrahmi di tengah-tengah masyarakat, maka akan terbina kecintaan dan kasih sayang, kedamaian dan ketentraman, sehingga hubungan baik menjadi tersebar luas di tengah-tengah mereka. Bukankah hal ini menjadi cita-cita dan harapan kita semua?

Kedelapan: Kemuliaan bagi orang-orang yang menyambung tali silaturrahmi.


Orang-orang yang menyambung tali silaturrahmi, yang saling cinta dan saling mengasihi, kedudukan mereka akan tinggi, nama mereka akan harum, sehingga mereka termasuk orang yang penting di tengah kaumnya, yang mana hal tersebut akan menjadi perhitungan tersendiri. Tidak ada seseorang yang lancang untuk menimpakan sesuatu yang tidak baik kepada mereka, menzhalimi mereka, sehingga mereka adalah orang-orang yang mulia di tengah kaumnya.

Demikianlah beberapa keutamaan dari menyambung tali silaturrahmi. Sekiranya kita memperhatikan dan mengamati keterangan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seputar pembahasan, niscaya akan kita dapati banyak keutamaan-keutamaan yang lainnya.




KH. ZAENI ILYAS adalah pengasuh pondok pesantren miftahul huda yang kini usianya seudah lebih dari 80 an tahun, walaupun usianya sudah tergolong sepuh tetapi masih sehat aktifitas seperti biasanya selayanya masih berusia 60 tahunan, semangkin sepuh malah semangkin istikomah dalam mengajari santrinya, banyak orang yang bilang bahwa simbah almuni jampes yangkini masih sugeng yang seangkatan bareng mondok di jampes, kurang lebih sudah 4 tahun istikomah melakukan kajian kitab kuning bareng dengan penduduk desa yang model kajiannya di tulis oleh simbah dan di fotokopi dan di bagikan para jamaah dengan juma juma, dengan kajian kitab kuning di malam minggu semankin terjalinya tali ukhwah dengan penduduk desa yang dulunya tidak mau mengaji kini menjadi suk mengkaji kitab selayaknya para santri, selain itu di pondok pesanten miftahul huda pesawahan di adakan jamaah kulhuan yang di pimpin langsung oleh Ny Hj mutasingah garwa simbah yang kurang lebih hampir 10 tahun berjalan jamaah ini di ikuti para ibu- ibu muslimat pesawahan, DISILAH yang mungki membuat simbah semangki panjang umur dan berkah dalam hidupnya 
selain istikomah dalam mengaajari santri ngaji simbah juga istikomah dalam shalat duha 
setiap bulan suro simbah selalu mengadakan BROKOHAN  secara singkat yan bisa di artikan barokah dalam brokohan kali ini seluruh jamaah malam mingguan di undang semua dan semua santri di kumpulkan di suruh membaca al quran yang kurang lebih satu majlis menghtamakn 30 kali di baca santri putra dan putri pondok pesantren miftahul huda pesawahan rawalo banyumas 














Saturday, October 25, 2014

RAPAT DAN SILATURAHIM WALISANTRI DALAM RANGKA MUHARO

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1436 H akan dilangsungkan pada 26 Oktober

Dengan adanya peringatan 1 Muharram 1436 H itu, diharapkan dapat menggugah kesadaran santri  - santri wati  akan makna peringatan itu dan menambah khasanah ukhuwah islamiyyah kita semua.
Peringatan 1 Muharram tak lepas dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah.
Di pondok pesantren  Miftahul Huda telah  mengadakan Istighosah di pimpin oleh Beliau Almukarom Romo K.H  Zaeni Ilyas  dan silaturahmi dengan walisantri yang ditrmpatkan di ruang rapat pondok pesantren miftahul huda (Rumah Mbah Juru ) Di lanjutkan dengan rapat wali santri dalam rangka mempersatukan pandangan mengenai semua peraturan yang telah di sepakati rapat wali santri yang di laksanakan bersamaan dengan haul dan ULTAH PPMH, dalam hal ini yang di jadikan topik pada rapat Hari ini adalah 
Tujuan pokok :
Menyamakan persepsi, pemahaman dan langkah antara pondok  dan wali santri dalam berbagai ihtiyar, atuan ma’murat manhiyat pesantren, langkah dan program pesantren untuk kebaikan santri, kemaslahatan pondok.
Latar belakang, ahir ahir ini di dasarkan ada beberapa gejala :
Ø  Melemahnya ikatan antara santri, wali santri, dan pengasuh, santri dan para ustadz, masing masing kurang adanya silaturahmi
, kesaling perhatiyan, kesaling taatan, (santri banyak yang acuh pada pondok, pada pengurus, pada pengasuh)
Ø  Ada kesan pada beberapa santri yang tinggal di pondok, belum merasakan sebagai santri ( anggapannya seperti anak kos) baik tindakan, pakaiaan, kebiasaan
Ø  Melemahnya sebagian  hiroh/semangat santri, semangat tafaquh/ta’alum, semangat beretika santri. Melemahnya semnagat ngaji, , roan(yang rajin santri yang kecil kecil)

HAL INI DI SEBABKAN ANTARA LAIN :
·    Kurangnya ta’awun, saling bantu , tenggang rasa sesama santri dan santri dengan pesantren, yang banyak uang banyak makan jajan di luar(sementara yang tidak mampu di tanggung pesantren)
·    Banyak santri yang pulang tanpa pamit,kadang tak izin , keluar masuk , berpakaiaan seperti bukan santri .
·       Beberapa santri ketika banyak uang ,makan & banayak dudk di warung , ketika uang habis minta jatah ke ndalem, dan kadang  tidak mau di tata makan di ndalem.
·       Ketika pendataan makan di ndalem , baynak yang mundur . tapi kadang mereka ambil makan di ndalem menyuruh teman, dan lari ketika ketemu keluarga ndalem,(padahal pihak ndalem menyampaikan yang bener bener repot, tidak mampu di bantu)
·        Kurangnya kerja sama anatara wali santri dengan pondok, dalam pengelolaan keuangan.
·     Kurangnya pengawasan dan kepeduliaan wali santri (mestinya wali santri menanyakan apa biaya anak saya, kurang berapa) jika ada yg keberatan akan diberi keringanan banhkan kebebasan
·   Kurang keterbukaan antara  wali santri dengan pondok  dalam pengolahan uang (jika mampu ya bayar,jika kurang mampu ya diringankan,jika tidakk mampu ya semampunya).
·         Pondok sudah menyediakan pemasak air RO agar santri bebas minum air sehat dengan iuran Rp 3000/bulan,tetapi ketika dipungut malah kadang memilih beli air galon diluar.
·         Santri yg makan diluar hampir dipastikan seolah olah tidak ada hubungan ikatan dengan pondok/pengasuh (misalnya ketika bertemu dengan pengasuh lari,di panggil sembunyi,ada ro’an menghindar,ngaji
·         Semestinya biaya pondok langsung oleh orang tua (listrik,makan,dll)jika mampu,jika tidak mampu matur kepengasuh pasti akan dibantu


Untuk wali santri silahkan kita pilih apakah anak-anak kita mau seperti ini.

·      Apakah anak ditanyai ngajinya jam berapa saja,kitab apa saja kepada siapa atau percaya saja.
·      Anak dibiarkan se enaknya,makan dimanapun seenaknya ,pulang bebassemaunya,tanpa ikatan dengan pengasuh ataupun pengurus
·      Listrik pondok,bisyaroh ustadz madrasah (yg dr luar),perawatan MCK pengadaan air sumur bor 5000 watt,pengolahan air minum,perawatan dibiarkan dan diurus seadanya,ataupun ditugaskan kepadateknisi yg profesional dan dibayar. Dan masih banyak fasilitas yg perlu perawatan, apakah semua itu mau dibarka tidak diurus.?
·      Pembayaran dibayarkan oleh santri dengan resiko hilang tidak dibayarkan, atau orang tua yang datang tiap dua bulan atau tiga bulan atau stengah tahun khusus urusan biaya
·      Uang saku yg dititipkan pengurus akan diserahkan  kpd anak atau tetap dipegang pengurus
·      Apkah anak dibiarkan bawa hp padahal udah jelas dilarang dalam peraturan, ketika santri butuh /pinjam pondok sudah menyediakan ataupun memfasilitasinya khusus untuk santri
·      Apakah anak dibiarkan berpakaian se enaknya yg bukan  mencirikan santri seperti berpakain celana hitam pensil kaos hitam ketat seperti anak punk/anak jalanan (yg udah jelas dilarang,yg tidak mempunyai etika)

Semoga kita bisa mengambil Ibrah dengan peringatan 1 Muharam 1436 H. dan kita selalu bersyukur atas nikmat yang telah kita peroleh, karena umur manusia tidak ada yang tahu kapan ALLAH SWT akan memanggil kita. Oleh sebab itu kapanpun kita harus siap jika dipanggil dan hanya amal ibadah kita yang menjadi bekal kita di Akhirat kelak.

SEJARAH KEPEMIMPINAN PPMH PESAWAHAN RAWALO


SEJARAH KEPEMIMPINAN PPMH PESAWAHAN RAWALO BANYUMAS ERA REVORMASI




Dalam sebuah negara pasti ada sebuah pemimpin dan dalam sebuah kepemimpian dari generasi k kegenerasi pastia ada perbedaan dalam managemen dalam kepemimpinan sesuai dengan ilmu yang mereka dapatkan / pelajari dan pengalaman yang mereka [elajari walaupun dalam kehidupanya sama satu tempat dan satu guru, karean seorang pemimpin menginginkana semua yang di pimpin / masyarakatnya menjadi hidup lebih baik dalam hal ekonomi pendidikan akhlak dan sosil.'

Begitu juga dalam kepemimpinan lingkup kecil, seperti dalam pondok pesantren, dalam hal ini akan saya ungkap sebuah sejarah kepemimpinan para Roisul Ma’had dari generasi ke generasi kepemipinan yang menorehkan sebuah sejarah dari masa perintisan samapi masa keemasan dalam kepemimpinan sang roisul ma’had Pon – Pes Miftahul huda Pesawahan. Sebelumya penulis meminta maaf apa bila penulis dalam mengumpulkan data kuarang akurat dan kurang sesuai dengan realaita, kaena keterbatasan kami. Penulis ingin mendokumentasikan sejarah yang sangat berharga ini, penulis mengamati selama kurang lebih 3 tahun, sekali lagi minta maaf apa bila dalam penulisanya kuarang lengkap dan akurat, maka dari itu penulis sangat berharap saran yang membangun demi keselarasan dank e akuaratan fakta kutisan ini, mari kita simak
Kepemimpinanya 



Ust. Touib iskandar, S.Pd.I , AL- Hafidz
Alamat pelatar kesugihan Cilacap
Ust. Ahmad Falikhin,S.Sy
Alamat lampung
Beliyau datang dari PP Ihya Ulumadin Cilacap
Menjabat sebagai Guru Di Madrasah Aliyah MIftahul Huda
Lama dalam kepemimpinan kurang lebih dalam kurun waktu 2 tahun
Karakternya hamper sama karena Usia yang sudah cukup sehingga pemikiranya matang dan anteng dalam menyikapi problematika (sedikit pendiam) melangkah pasti, pada masa itu rekan ustdanya masih banyak yang besar – besar segingga dalam metode pendidikanya masih terkoordinir dengan baik
Ø System pendidikan
Dalam managemen pendidikanya berjalan dengan baik karena rekan – rekan pengurus masih banyak dan tergolong Ust. Nya besar- besar dan keilmuanya mumpuni, dalam pembagian job terkoordidir seperti:
1. Sorogan kitab
2. Sorogan juz ‘Ama
3. Madrasah diniyah
Bejalan sesuai yang di programkan, tapi yang perlu di benahi dalam hal pendidikan adalah madrasah diniyah yang kurang efektif seperti system pengajaran yang belum sesuai kurikulum, yang seharusnya satu mata pelajaran selasai dlam satu semester, masih belum selasai juga, memang di miftahul huda menurut penulis selama mnengamati belum jelas arah tujuan yang pasti masih mengambang, semi alat dan semi figih, kalau menurut penulis harus di dalami satu agar lebih terarah aut Put nya pun jelas.

Ø System ke uangan
Sejak penulis amatai managemen sudah baik dan rapih dalam hal ini yang perlu di benahi lagi adalah system kerja di lapanganya yang kurang pro aktif dan paratuaran penentuan atanggal pembayaran administrasinya belum bisa istikomah, karena banyak sekali alasan yang perlu dipertimbangkan seperti latar belakang ekonomi wali santri yang di bawah rata- rata menengah kebawah. Mungkin di pondok yang lain pun seperti itu, pada masa itu santri di kenai biaya syahriyah sebesar Rp 10.000 / bulan sudah termasuk listrik dan madrasah diniyah. 
 
Ø System keamanan dan pertahanan
Pada masa itu karena personil yang memadai sehingga system keamanan bisa dia atasi, dalam penegakan hukum pun masih terlihat ketal seperti anak yang mencuri di tazir di suruh membaca sholawat menulis surat YASIN di gundul dan di pulangkan sering terjadi, tapi yang namaya santri sifatnya bermacam macam ada yang mersepon baik dan ada yang mersespon sebaliknay, tepapi masih di anggap jera bagi pelakunya. 
 
Ø System pembangunan sarana prasaran PPMH
Di PPMH yang menjadi maslah setiap tahunya adalah Air, di sini ketika musim kemarau tiba akan kesulitan mencari air sehingga para santri banyak yang tidak kuat bertahan lama, dengan alasan airnya yang kurang di tambah struktur aisr disisni tidak jernih mungkin karena struktur tanahnya yang ber endut sehingga airya keruh sedikit kuning, tapi bagi mereka yang memang niat ya kiat bukan menjadi alasan, pengeluaran setiap tahunya di PPMH lebih banyak di alokaikan ke Pengairan. Keterbatasan kamar madi sehingga setiap mau mandi / buang hajat kudu natri dulu, semua itu sudah menjadi hal yag wajar di setiap pomdok pesantren. Lagi lagi kebijakan dari pemimpin pusat.

Ø Latarbelakang santri Di PPMH
Santri PPMH mayoritas sekolah dan tergolong santri yang jemputan sebagian besar dari tinggakatan MI, MTs, MA SMK, bukan karena dating sendiri Mereka dating di jemput untuk sekolah dengan di embel – embeli berbagi macam keringana sehingga dalam mendidik mereka tidak seperti santri dulu kalau memeng apa yang di tugasi oleh sang kiyai / ustadz tidak di penuhi akan di kanakan sangsi sesuai dengan jenis planggaran, karena seriap kapala sekolah memiliki kebijakan yang di pandang kepengurusan kuarang menyatukan satu tujuan bercabang sehingga para pengurus masih bingung untuk mentukan mana yang harus di bela, disinilah yang menjadi dilema bagi mereka.

Ø Kegiatan mingguan
1. Kegiatan khitobah masih terlihat masih kental
2. Al barjanji di kemas dalam system giliran perkamar
3. Kegiatan roan / baksos berjalan walaupun harus dengan di oprak – oprak
Ø Pendidikan generasi kepengurusan
Dalam mendidik generasi kepemimpinanya di anggap masih tegrolong sukses, karena di era sesudah mereka lengser masih ada generasi yang masih mamiliki ke unggulan ilmu yang masih mumpuni tapi sudah sedikit bergeser cirri khas kesalafanya seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang sangat sulit untuk memfiltersiasi.

Ø Masa lengser kepemimpinan
- Masa lengsernya kepemeimpnan Ust. Touib iskandar, S.Pd.I , AL- Hafidz di karenak usia yang dudah cukukup untuk berumah tangga, (menikah denga santri PPMH yang sama – hadidz”H” juga) akhirya mendapat ridoh untuk izin mukim
- Masa lengsernya kepemeimpnan Ust. Ahmad Falikhin,S.Sy sama seperti Ust. Touib iskandar, S.Pd.I , AL- Hafidz


Di Era kepemipinan di masa jiwa muda
Pemimpin yang muda temtu masih Punya Power yang sangat kuat dan membara dalam menjalakna misiya menjadi pemipin dengan harapan Agar apa yang menjadi VISI dan MISI nya terpenuhi dan ingin Merefisi / membenahi Akan kekurangan dimasa kepemimpinan yang sudah berlalu semua pogram sudah ada tinggal Managemen realitas di lapangan yang perlu di benahi, teragkatlah se orang pemipin yang memiliki karakteristik yang tidak berbeda jauh dengan pemimpin di masa launya yang menjadi kekurangaya di masa lalu personil ya masaih sangat berwibawa dan cukup bayak sehingga mudah akan membagi job ya


………………………….bersambung bagian dua …………………..
DUA PEMIPIN SATU DESA KARAKTER YANG BERBEDA MEMBANGUN NEGARA (PPMA MIDA ) PESAWAHAN RAWALO BANYUMAS MENJADI NEGARA YANG BERBAIS SALAFI


DI ERA
Ust. ROKIB AL- FARIZI
Ust NUR KHOLIS
JIWA MUDA MEMIMPIN NEGARA

Wednesday, October 22, 2014

RUTINITAS PONDIK PESANTERN MIFTAHUL HUDA PESAWAHAN



Semaan al Quran merupakan salah satu rutinitas di pondok pesantern miftahul huda yang di laksanakan sebulan sekali dan di ikuti oleh ikatan tahfidzul Quran sekabupaten banyumas, program ini berjalan mulai tahun 2013, dengan adanya rutinan seaman ini menjadi supot para santri yang sedang menghafalkan Al Qur’an, karena di PPMH Pesawahan ini ada sebuah komplek pondok yang dulunya khusus untuk para santri pengahfal Al qur’an, sampai sekarang pun masih ada tetapi sekarang sudah berbaur dengan santri yang tidak menghafal Al Qur’an. Dengan adanya program ini juga dapat menyambung tali silaturahmi antara pengasuh dan para penghafal al qurana disamping utu juga khususnya para santri dapat menimba ilmu bagai mana caranya metode menghafal yang baik dan efektif.   

 dalam sebuah hadis telah di sebutkan tentang keutamaan membaca al- Quran
.      Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : 

« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه »
“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]

Faidah (Pelajaran) yang diambil dari hadits :
  1. Dorongan dan motivasi untuk memperbanyak membaca Al-Qur`an. Jangan sampai terlupakan darinya karena aktivitas-aktivitas lainnya.
  2. Allah jadikan Al-Qur`an memberikan syafa’at kepada orang-orang yang senantiasa rajin membacanya dan mengamalkannya ketika di dunia. 

 Dari shahabat An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabi radhiallahu ‘anhu berkata : saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

« يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا ».

“Akan didatangkan Al-Qur`an pada Hari Kiamat kelak dan orang yang rajin membacanya dan senantiasa rajin beramal dengannya, yang paling depan adalah surat Al-Baqarah dan surat Ali ‘Imran, keduanya akan membela orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 805]
Pada hadits ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memberitakan bahwa surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imran akan membela orang-orang yang rajin membacanya. Namun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mempersyaratkan dalam hadits ini dengan dua hal, yaitu :
-          Membaca Al-Qur`an, dan
-          Beramal dengannya.
Karena orang yang membaca Al-Qur`an ada dua type :
-          type orang yang membacanya namun tidak beramal dengannya, tidak mengimani berita-berita Al-Qur`an, tidak mengamalkan hukum-hukumnya. Sehingga Al-Qur`an menjadi hujjah yang membantah mereka.
-          Type lainnya adalah orang-orang yang membacanya dan mengimani berita-berita Al-Qur`an, membenarkannya, dan mengamalkan hukum-hukumnya, … sehingga Al-Qur`an menjadi hujjah yang membela mereka.

selain kegiatan semaan di pondok pesantren miftahul huda juga ada kegiatan sholawat yang di adakan setiam seminggu selaki yaitu di malam jumat ke 2 dan ke 4, sebagai salah satu ajang kreatifitas santri dan pembuktian mahabah kepada baginda rasul muhammad, dengan bersholawat dengan harapan mendapat safaatnya .amin sholawat yang sering di lantunkan bersama dengan grup sholawat KANJENG ROSUL , AHBABUN NABI AKHBABUL MUSTOFA DAN ANSOR  CABANG RAWALO,
 Manfaat Bershalawat adalah Sebagai Berikut:


  1.  Pembaca shalawat memperoleh limpahan rahmat dan kebaikan dari Allah SWT.
  2. 2. Pembaca shalawat diangkat ( ditinggikan ) derajatnya dan dihapuskan dosa-dosa kejahatan dan kesalahannya.
  3. 3. Pembaca shalawat memperoleh pengakuan kesempurnaan iman, jika membacanya 100 ( seratus ) kali.
  4. 4. Membaca shalawat dapat menjauhkan kerugian, penyesalan, dan dimasukan ke dalam golongan orang-orang yang shaleh.
  5. 5. Membaca shalawt berarti mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.( Taqarrub ilallah).
  6. 6. Membaca shalawat akan memperoleh pahala seperti pahala memerdekakan budak ( hamba sahaya ).
  7.  Dengan banyak-banyak membaca shalawat dapat memperoleh Syafa’at di hari kiamat.
  8.  Banyak membaca shalawat akan memperoleh penyertaan dari Malaikat Rahman.
  9.  Banyak membaca shalat berarti menjalin komunikasi yang akrab dengan Nabi, sebab jika seseorang bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi, maka shalawat dan salamnya itu akan disampaikan oleh Malaikat kepada Nabi.
  10. . Dengan banyak membaca Shalawat bisa membuka kesempatan untuk bertemu dengan Nabi, berdasar keterangan para Ulama.
  11. . Membaca Shalawt dapat menghilangkan kesusahan, kegundahan dan kebingungan, serta melapangkan rizqi.
  12. . Pembaca Shalawat akan dilapangkan dada ketika menghadapi berbagai masalah. Hal ini jika seseorang membaca shalawat 100 ( seratus ) kali secara mudawamah.
  13. . Dengan banyak membaca shalawat akan dapat menghapuskan dosa. Hal ini jika seseorang membiasakannya membaca tiga kali setiap hari pada setiap ba’da shalat wajib, karena dengan membaca shalawat akan mendapatkan 10 pahala kebaikan, dan inilah yang akan menghapuskan dosa-dosa kita.
  14. Membaca shalawat dapat menggantikan shadaqah bagi orang yang tidak sanggup bershadaqah.
  15. 15. Membaca shalawat sebanyak-banyaknya dapat melipatgandakan pahala yang diperoleh. Umat Islam biasanya  memperbanyak membaca shalawat di hari Jum’at. Di kampung-kampung mereka mengadakan pembacaan maulid Barzanji sebagai trik mudah agar bisa bershalawat sebanyak-banyaknya di malam Jum’at.
  16. Dengan banyak membaca Shalawt bisa mendekatkan kedudukan kepada Rasulullah di hari qiamat.
  17. Shalawat menjadikan sebab do’a diterima oleh Allah.
  18. banyak-banyak membaca shalawat ketika di dunia dapat membebaskan diri dari kebingungan di hari kiamat. Sebaliknya apabila seseorang pelit membaca shalawat kepada Nabi, maka ia akan menghadapi kebingungan dan ketakutan dalam mahkamah di padang Mahsyar.
  19.  Membaca shalawat berarti memenuhi satu hak Nabi, atau menunaikan satu tugas ibadah yang diperintahkan atas ummatnya. Apabila seseorang tidak mau bershalawat, ia berarti enggan memenuhi hak Nabi yang telah diperintahkan oleh Allah Swt.
  20. Banyak membaca shalawat adalah indikator seseorang mencintai Nabi Muhammad.
  21.  Membaca shalawat bisa menjadi sebab dikabulkan segala kebutuhannya.




Monday, October 20, 2014

QONUN ASASI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA PESAWAHAN RAWALO BMS

QONUN ASASI
PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA

MENGINGAT                 :  1.   Bahwa pondok pesantren adalah wadah pendidikan santri yang bertujuan menciptakan santri yang bertaqwa, berakhlakul karimah dan beramal shaleh.
2.      Bahwa dalam lingkungan pesantren santri adalah warga pesantren  yang sepenuhnya berada dibawah payung pesantren.
3.      Oleh karena itu perlu ditetapkan aturan-aturan dasar dalam rangka membantu pembentukan pendidikan santri.
MENIMBANG                :  Pentingya sebuah peraturan dalam rangka pendisiplinan warga santri
MEMUTUSKAN             :  Untuk ditetapkan sebuah Qonun Asasi Pondok Pesantren Miftahul Huda Pesawahan Rawalo Banyumas.
MENETAPKAN              :  Menetapkan Qonun AsasiPondok Pesantren  Miftahul Huda Pesawahan Rawalo Banyumas.



BAB I
AKIDAH DAN AKHLAK
Pasal 1
1.      Setiap santri adalah muslim/muslimah yang mengikuti dan mengamalkan ajaran IslamAhlussunah Wal Jama’ah.
2.      Setiap santri adalah penerus dan pengemban perjuangan ulama salaf dan salafuna shalih.
3.      Setiap santri menjadikan tradisi pemikiran ahlussunah waljama’ah sebagai Manhajul fikr, manhajul amal dan manhajul astsaqafah (Seni budaya) dalam kehidupan sehari-hari.

Pasal 2
1.      Selama dalam tempaan pesantren, seorang santri adalah pengembara ilmu, yang bebas mengembangkan bakat, minat dan kreativitasnya selama dalam bingkai Aqidah Ahlussunah Wal Jama’ah
2.      Maka setiapsantri secara pribadi maupun ijtima’I berkewajiban berdakwah (pengemban misi) sesuai kemampuan dan keahlian masing-masing

BAB II
MUAMALAH
Sosialisasi dan interaksi santri harus dilandasi oleh kesadaran Aqidah yang kuat dan akhlak yang mulia yang meliputi 3 aspek berikut:
Pasal 3
Muamalah Dalam Pesantren
1.      Setiapsantri harus bersikap sopan, hormat, dan ta’dziem terhadap Kyai, Dewan Kyai, Ustadz dan dewan guru serta patuh terhadap setiap petunjuk, arahan, bimbinga advis, peintah dan larangannya.
2.      Tidak dibenarkan perilaku menolak, membangkang atau mengabaikan terhadap sesuatu yang dating dari kyai, ustadz/guru selama tidak bertentangan dengan syari’at Islam.

Pasal 4
Muamalah Dalam Sekolah
1.      Santri hanya boleh bersekolah (jalur formal) di sekolah yang dokelola oleh lembaga pesantren, kecuali bagi yang kuliah di perguruan tinggi.
2.      fungsi sekolah bagi santri adalah wahana untuk menempa santri agar mampu mengembangkan potensi intelektual, kreativitas, pengetahuan, dan ketrampilan.
3.      Santri dalam sekolah harus mengikuti aturan sekolah, menghargai semua ilmu, tertib, disiplin, mandiri, dan bersemangat tingi.
4.      Bermuamalah (interaksi) dengan guru dan karyawan sekolah secara hormat, bergaul dengan kawan-kawan sekolah berlandaskan etika Islam, dan akhlak yang mulia.
5.      Pergaulan santri laki-laki dan perempuan harus dilandasi oleh akhlak Islam sebagaimana yang diatur oleh batas-batas hokum islam (Fiqh).

Pasal 5
Muamalah Diluar Pesantren
1.      Santri dalam bermasyarakat dengan lingkungan disekitar pesantren/sekolah maupun dilingkungan rumah tinggal asli santri, wajib memegang komitmen (I’tikad) untuk mengharumkan citra Islam, citra pesantren, dan martabatnya sebagai manusia yang beragama.
2.      Diluar lingkungan pesantren seiap santri harus mempu menjadi uswatun khasanah/suri tauladan bagi masyarakat, penggerak/motifatir bagi setiap upaya mashlahat al’aam. Keberadaan santri bagi masyarakat akan menjadi peneduh, pengayom dan pendorong dinamika masyarakat.

BAB III
AKTIVITAS
Pasal 6
Pengajian
1.      Setiap santri wajib mengikuti pengajian sorogan, bandongan, hafalan nadzoman, dan simaan Al-Qur’an.
2.      Setiap santri wajib mengikuti pengajian Al-Qur’an bin-nadzri.
3.      Setiap santri menghafal Juz ‘Amma dan surat-surat fadlilah (Yaa Siin, Ar-Rahman, Al-Mulk, Al-Waqi’ah), doa-doa, dzikir, wirid yang sudah diijazahkan oleh pengasuh.
4.      Bagi santri yang menghafalkan Al-Qur’an wajib setoran dan darusan setiapharinya.

Pasal 7
Setiap santri wajib mengikuti madrasah diniyah, dan takaror.

Pasal 8
Setiap santri wajib mengikuti kegiatan pesantren yang meliputi:
1.      Jama’ah sholat fardu
2.      Sholat tahajud
3.      Pengajian-pengajian kitab dan al-Qur’an
4.      Latihan khitobah
5.      Pembacaan sholawat barzanji
6.      Puasa Senin-Kamis
7.      Tahlil bersama dan sholat tasbih
8.      Mukhafadzoh
9.      Pengajian umum di komplek pesantren

Pasal 9
Setiap santri berhak mengikuti kegiatan-kegiatan tambahan yang diperuntukan bagi santri seperti kegiatan pengambangan SDM, perkoperasian, pertanian, perdagangan, dll.

BAB IV
ETIKA SANTRI
Pasal 10
Etika Berpakaian
1.      Setiap santri wajib berpakaian sehari-hari dilingkungan pesantren dan sekitarnya dengan pakaian:
·         Sarung dan pecis/kopyah bagi santri putra
·         Pakaian panjang berupa rok atau sarung, tangan lengan panjang dan berjilbab bagi santri putri
2.      Setiap santri wajib berpakaian diluar pesantren, dalam bepergian dan di daerah tempat tinggal asli santri dengan pakaian:
·         Wajib berpecis/kopyah bagi santri putra
·         Wajib berjilbab, tangan lengan panjang dengan bawahan rok atau sarung bagi santri putri
3.      Setiap santri baik putra maupun putri harus berpakaian rapih dan bukan kaos ketika mengikuti sekolah diniyah.
4.      Bagi santri putri dilarang melepas jilbab atau kerudung, memakai pakaian ketat pas badan, tangan lengan pendek dan celana panjang (terkecuali pakaian olahraga).

Pasal 11
Etika Bicara
1.      Setiap santri harus berbahasa kromo inggil jika berbicara dengan Kyai/Nyai dan ustadz.
2.      Setiap santri harus berbahasa kromo inggil kepada setiap tamu dan masyarakat.
3.      Setiap santri harus berbahasa santun dan dilarang berbicara kotor maupun berkata-kata kasar.

BAB V
ADMINISTRASI
PASAL 12
Setiap santri harus membayar administrasi yang disetorkan kepada bendahara tertunjuk berupa:
1.      Uang jariyah bangunan                   :   Rp.150.000,-00
2.      Iuran syahriyah + diniyah               :   Rp. 20.000
3    makan / Kos Makan /majeg           :   Rp. 120 (2 X makan pagi dan sore )
4.  dll    

BAB VI
PERIZINAN
Pasal 13
  1. Setiap santri tidak boleh melakukan kegiatan apapun diluar kegiatan pesantren tanpa sepengetahun dan seizin pengasuh.
  2. Setiap santri yang hendak keluar pesantren diluar jam sekolah, pulang kerumah maupun lainnya harus izin kepada pengasuh pondok.
  3. Setiap santri hanya boleh pulang maksimal 2 kali selama 1 bulan dengan batas waktu 2 hari.
  4. Diluar jam sekolah seluruh santri harus ada dalam pesantren dan mengikuti kegiatan pesantren.

BAB VII
TA’ZIR
Pasal 14
Bagi santri yang melanggar akan dikenakan ta’zir-ta’zir sesuai tingkatan kesalahan, yaitu:
1.      Peringatan I
2.      Peringatan II dan ta’zir
3.      Peringatan III dan membayar Jizyah (sebagaimana tercantum dalam aturan tambahan)
4.      Dikeluarkan dari pondok

BAB VIII
ATURAN PERALIHAN
Pasal 15
Segala sesuatu yang berkaitan dengan pondok pesantren yang belum tercantum dalam Qonun Asasi ini akan ditentukan selanjutnya dalam aturan tambahan


BAB IX
PENUTUP
Qonun Asasi ini adalah dasar bagi setiap santri dalam beramal dan bermuamalah yang merupakan bagian dari pendidikan diri, jiwa, dan pembentukan pribadi santri, sehingga terwujud santri yang bertakawa, berilmu, dan beramal shaleh.

“Bertakwa, berilmu, dan beramal shaleh”



Pesawahan, 21 Oktober 2012
Pengasuh PPMH

( K.H. ZAENI ILYAS )