SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI BLOG Pon- Pes MIFTAHUL HUDA PESAWAHAN RAWALO BANYUMAS

Sunday, December 15, 2019

KH.Zaeni Ilayas Sowan pada Guru ngaji saat mondok Di PP AL IHYA SUGIHAN


KH.Zaeni ilyas Sosok yang alim dan tawadu nya luar biasa di selala- Sela kesibukanya mengajar ngaji dan mengajari ngaji bersama masyarakat beliau istikomah sowan2 / silaturahmi ke guru2 nya padahal usianya usah mengijak 90 Th akan tetapi jiwa nya luar biasa setalah sekian lama Mencari Sosok guru yang waktu itu mondok di pondok pesantren al ihya ulumudin di Kecamatan Kesugihan Kabupante Cilacap Jawa Tengah Soko guru tersebu adalah Mbh Kiyai Hadi lurah Pondok Al ihya Sekitar Tahun 1948 an 
Kini beliau telah sowan ke ndalem nya 
Semoga hal tersebut menjadi pelajaran berharga bagi kita seorang samtri.
Dari kisah di atas adatap  kita petik pelajaranya

  • 1. Walopun kita sudah sukses kita jangan melupakan jasa orang yg telah memberikan kita ilmu 
  • GURU adalah sosok yg telah mengajari kita banyak ilmu selain ilmu guru adalah sosok orang yg menghantarkan kita menjadi org yg bijak dalam mengabil sikap maka kita patut mendoakan dan memuliakanya 
  • Dengan silaturahmi akan membuat umur kita barokah dan memper erat tali ukhwah islamiyah



Wednesday, August 7, 2019

6 PESAN INDAH MBAH MAIMUN ZUBAIR


K.H Maimun Zubair Dawuh,

1. jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah...barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akhirat.

2. Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju surga.

3. Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.

4. Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia...barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

5. Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak2 mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu..yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

6. Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan Sama sekali Maka Tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti, setidaknya Itu menjadi sedekah untuk dirimu.

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda

Rasulullah SAW bersabda:

« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya)bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum".(HR. Muslim)

Mari selalu berusaha dan berprilaku positif, semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan..
Aamiin...

Semoga bermanfaat

Monday, August 5, 2019

KH. MAIMOEN ZUBAIR (MUSTASYAR PBNU & KIAINYA PARA KIAI) WAFAT DI MAKKAH


Innalillahi wainnailaihi raiji’un, kabar duka datang dari Tanah Suci. Ulama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair diberitakan wafat di sela menunaikan ibadah haji di Makkah.

Kabar tersebut salah satunya datang dari Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU KH Abdul Ghafarrozin. 

"Innalillahi wa inna ilahi raji'un. Nembe mawon kapundut Simbah Maimoen Zubair wonten Makkah (baru saja wafat Syekh Maimoen Zubair di Makkah)," katanya dalam sebuah pesan singkat.

NU Online masih menelusuri informasi lebih lanjut soal posisi jenazah dan di mana akan dimakamkan.

Ulama yang akrab disapa Mbah Moen ini merupakan salah satu dari anggota Ahlul Hall wal Aqdi (Ahwa) pada Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 lalu dan NU Online pernah memuat profil singkatnya.

Kiai Haji Maimoen Zubair merupakan seorang alim, faqih sekaligus muharrik (penggerak). Selama ini, Kiai Maimoen merupakan rujukan ulama Indonesia, dalam bidang fiqh. Hal ini, karena Kiai Maimoen menguasai secara mendalam ilmu fiqh dan ushul fiqh. Kiai Maimun merupakan kawan dekat dari Kiai Sahal Mahfudh, yang sama-sama santri kelana di pesantren-pesantren Jawa, sekaligus mendalami ilmu di tanah Hijaz.
Kiai Maimoen lahir di Sarang, Rembang, pada 28 Oktober 1928. Kiai sepuh ini, mengasuh pesantren al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Kiai Maimun merupakan putra dari Kiai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih. Kiai Zubair merupakan murid dari Syaikh Saíd al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky. 

Kedalaman ilmu dari orang tuanya, menjadi basis pendidikan agama Kiai Maimoen Zubair sangat kuat. Kemudian, ia meneruskan mengajinya di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kiai Abdul Karim. Selain itu, selama di Lirboyo, ia juga mengaji kepada Kiai Mahrus Ali dan Kiai Marzuki.

Pada umur 21 tahun, Maimoen Zubair melanjutkan belajar ke Makkah Mukarromah. Perjalanan ini, didampingi oleh kakeknya sendiri, yakni Kiai Ahmad bin Syuáib. Di Makkah, Kiai Maimun Zubair mengaji kepada Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh al-Imam Hasan al-Masysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syekh Yasin Isa al-Fadani, Syekh Abdul Qodir al-Mandaly dan beberapa ulama lainnya.

Kiai Maimoen juga meluangkan waktunya untuk mengaji ke beberapa ulama di Jawa, di antaranya Kiai Baidhowi, Kiai Ma'shum Lasem, Kiai Bisri Musthofa (Rembang), Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Muslih Mranggen (Demak), Kiai Abdullah Abbas Buntet (Cirebon), Syekh Abul Fadhol Senori (Tuban), dan beberapa kiai lain. Kiai Maimun juga menulis kitab-kitab yang menjadi rujukan santri. Di antaranya, kitab berjudul al-ulama al-mujaddidun.

Selepas kembali dari tanah Hijaz dan mengaji dengan beberapa kiai, Kiai Maimoen kemudian mengabdikan diri untuk mengajar di Sarang, di tanah kelahirannya. Pada 1965, Kiai Maimun kemudian istiqomah mengembangkan Pesantren al-Anwar Sarang. Pesantren ini, kemudian menjadi rujukan santri untuk belajar kitab kuning dan mempelajari turats secara komprehensif.

Selama hidupnya, Kiai Maimoen memiliki kiprah sebagai penggerak. Ia peranh menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Selain itu, beliau juga pernah menjadi anggota MPR RI utusan Jawa Tengah. Kini, karena kedalaman ilmu dan kharismanya, Kiai Maimoen Zubair diangkat sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

Politik dalam diri Kiai Maimoen bukan tentang kepentingan sesaat, akan tetapi sebagai kontribusi untuk mendialoggkan Islam dan kebangsaan. Demikianlah, Kiai Maimun merupakan seorang faqih sekaligus muharrik, pakar fiqh sekaligus penggerak. (Mahbib)
___________

Follow juga ig @pak_kiai
https://www.instagram.com/pak_kiai
https://www.instagram.com/pak_kiai
https://www.instagram.com/pak_kiai

Profil singkat KH Zaini Ilyas pengasuh Pon- Pes Miftahul Huda Rawalo Banyumas




      Putra dari KH Ilyas dan simbah nyai Hj.sholihah, lahir pada tanggal 11 januari 1932 di desa Pesawahan. Ayahnya, KH Ilyas adalah seorang kepala desa yang disegani karena ketegasannya dan kedermawanannya. Sebagai tokoh desa dan juga hartawan, KH Ilyas dikenal sangat dekat dengan para ulama. Beliau dikenal muhibbin, orang yang dekat dan senang bergaul dengan para ulama. Hal ini antara lain ditunjukkan dengan seringnya beliau bersilaturahim, sowan ke kyai-kyai yang masyhur pada zaman itu. Begitu pula para habaib, biasa rawuh ke ndalem beliau untuk mendoakan dan memberi berkah.
       Kesholehan KH Ilyas sebagai tokoh agama juga dikenal masyarakatnya, dimana beliau sangat tegas dan bijak dalam mengajak maasyarakatnya untuk sholat lima waktu. Selain itu melalui zakat mal, beliau juga berupaya mengentaskan kesulitan ekonomi masyarakat sekitar dan sekaligus menjadi media dakwah. Kedekatan KH ilyas dengan masyarakat juga terlihat dimana banyak masyarakat sekitar yang apabila mengalami masalah baik ekonomi auatupun lainnya datang kepada beliau untuk mencari solusi.
          Kecintaan KH Ilyas juga ditunjukkan dengan mengirim putra-putra beliau ke pesantren, diantaranya adalah KH Amir dan KH zaini Ilyas. KH zaini ilyas adalah putra terakhir KH Ilyas yang saat ini menjadi pengasuh PP Miftahul Huda Pesawahan.
Setelah ngaji ala kampung, pada tahun 1947 KH zaini Ilmyas muda dipondokkan oleh ayahnya di PP Mafatihul Huda Jampes Kediri untuk berguru pada Syekh Ikhsan. Setahun berada di sana, ibu tercinta meninggal dunia, hingga akhirnya beliau pulang ke rumah untuk beberapa waktu.
    Setelah ditinggal ibunda tercinta, KH Zaini Ilyas muda di kirim lagi ke pesantren oleh ayahnya. Kali ini di pilihlah Pondok Pesantren al Ihya ulumaddin Kesugihan untuk berguru pada KH Badawi Hanafi, tokoh ulama dan mursyid thorikoh yang masyhur kala itu di daerah Cilacap dan Banyumas, yang kemudian hari menjadi ayah mertuanya. Di kesugihan, beliau mesantren selama 3 tahun. Ketika mesantren disini, sudah terlihat kecerdasan dan kengaliman beliau. Diantaranya beliau ngaji sampai kelas alfiyah dimana tidak banyak teman sebayanya yang mencapai kelas ini. Bahkan, oleh guru nahwunya, yaitu kyai Hadi, beliau sering diminta mbadali ngajar nahwu, baik alfiyah maupun lainnya ketika kyai hadi yang merupakan pengurus pondok saat itu, berhalangan.

         Bukan hanya itu, keistimewaan KH Zaini Ilyas muda kemudian diketahui oleh putra pengasuh pondok, yaitu oleh K Muhammad Badawi yang menceritakan perihal prestasi KH Zaini ilyas muda pada ayahnya. Alhasil, oleh KH Badawi Hanafi, KH Zaini Ilyas muda ditimbali khusus kemudian di beri kesempatan untuk ngaji langsung pada beliau.
         Setelah tiga tahun belajar di pondok kesugihan pada KH Badawi Hanafi, KH Zaini Ilyas kembali meneruskan perjalanan mesantrennya dengan kembali lagi ke jampes untuk kembali berguru pada Syeh Ikhsan. Beliau menghabiskan waktu tiga tahun mesantren pada syeh ihsan. Di jampes, Pendidikan yang ditempuh sampai tingkat Aliyah. Disini pun, keistimewaan KH Zaini mencuri perhatian para pengasuhnya. Diantaranya adalah beliau langsung diminta untuk ikut menjadi pengajar di pesantren tersebut. Bahkan oleh gus Muhammad, putra syekh Ikhsan, KH zaini Ilyas ditunjuk langsung untuk menjadi lurah pondok.
       Selama di jampes, KH zaini ilyas juga pernah ngaji jolok ilmu falak pada Kyai masduki yang merupakan alumni pondok jampes, secara jolok yaitu di laju dari pondok jampes ke ndalemnya kyai masduki di desa Minggiran yang berjarak kurang lebih tiga kilometer dari jampes.
Saat masih di Jampes, KH Zaini Ilyas mendengar cerita tentang sosok kyai Masduki, pengasuh Pondok Pesantren al-Islah Lasem yang dikenal sangat alim, ahli hadist dan juga ahli tafsir. Di gambarkan, jika sedang mengaji semua kitab tafsir diterangkan dengan hapal dan gambling oleh beliau. Kyai masduki adalah alumni pondok tremas. Selain sangat alim, beliau adalah saudagar sukses yang sukses pula membangu pondoknya saat itu. Beliau juga terkenal kewaliannya. Banyak cerita-cerita tentang kewaliyannya beredar. Bahkan, diantaranya KH Zaini Ilyas sendiri pernah membuktikan. Dimana saat KH Zaini Ilyas merasa ada sedikit kekurang sreg-an dengan Kyai Masduki yang sedikit memunculkan suudzon, KH zaini Ilyas langsung dimimpikan dimana KH Masduki tidak kerso salaman. Hal ini kemudian menjadi pelajaran berharga bagi beliau dimana belajar dan mondok harus menata niatnya, harus husnudzon pada guru agar memperoleh ridlo guru.
            Di lasem, beliau cukup lama, yaitu kurang lebih 5 tahun. Selama di Lasem, beliau pun pernah mengaji kilatan puasaan ke kediri yaitu ngaji pada kyai Zuweni Nuh di Pare Kediri yang merupakan alumni tebuireng. Dua kali kilatan puasa di sana khusus untuk ngaji kitab shohih bukhori pada kali waktu, dan kitab shohih muslim pada waktu lain.
           Setelah lima tahun di Jampes, beliau kembali ke pondok kesugihan. Di sinilah kemudian, KH Zaini Ilyas menutup masa lajangnya dengan menikahi putri kyai nya yaitu, Ny.Hj.Mutasingah Badawi. KH Badawi Hanafi yang sudah akrab dengan KH Ilyas, kemudian asepakat menjodohkan putra-putri mereka, sampai beberapa kali rembukan acara pernikahan. Pada suatu hari, yaitu hari kamis, pada saat rembuk acara pernikahan berlangsung, tiba-tiba kyai Badawi ngendika supaya rembukan tersebut harus selesai, karena beliau tidak akan menangi. Dan ternyata keesokan harinya kyai Badawi wafat. Sehingga pada kemudian hari pernikahan putrinya di walikan oleh KH Mustholih Badawi, kakak dari Ny. Hj.Mutasingah.
 Setelah menikah, KH Zaini ilyas belum langsung boyong, baru setelah 3 tahun, yaitu tahun 1963 beliau memboyong istrinya yang juga putri kyainya, yaitu Ny.Hj.Mutasingah Badawi ke desa Pesawahan. Seboyongnya KH Zaini Ilyas ini, ada beberapa santri kesugihan yang ikut yang kemudian menjadi cikal bakal santri dari pesantren Miftahul Huda kelak. Diantara santri yang pertama adalah kyai adzro’i dari jawa timur. Berjalannya dengan waktu, santri-santri dari KH Sya’roni pondok sidamulih yang secara letak geografis adalah tetangga desa, banyak yang jolok ngaji ke KH Zaini Ilyas. Diantara santri-santri jolok tersebut ada Prof mubarok, Prof Wahib mu’thi alm. Lambat laun santri dari berbagai daerah datang untuk ngaji pada beliau. Pesantrennya pun kemudian berkembang dengan nama pondok pesantren Miftahul Huda Pesawahan.
Demikian perjalanan beliau KH Zaini Ilyas yang mengawali berdirinya pondok pesantren Miftahul Huda Pesawahan
Sumber ibu nyai fb  Umni Labeb

Gus Rif'an : Ayo Jihad 'Bijariikum


BANYUMAS - Pengasuh Ponpes El Madani, Banjarparakan, Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah, Gus M Rif'an Muhajirin menyerukan saatnya jihad dengan jari. Mengingat, saat ini dunia maya (digital) khususnya media sosial, mengharuskan jihad dengan cara yang beda.

"Saya mengajak pada teman-teman Ansor Cyber Media (ACM), wajahidu 'bijariikum'. Ayo kita jihad dengan jari-jari sahabat semua," katanya dalam penutupan Pelatihan Dasar Cyber, Ahad (4/8) kemarin.

Dengan jihad 'bijariikum', maka tidak perlu lagi memanggul senjata. Cukup dengan handphone, tab dan atau komputer. Semua itu, katanya, dilakukan untuk NU. Bagian dari rasa khidmat nyata pada organisasi yang sangat besar dan membawa berkah ini.

"NU itu besar, kita ini kecil. Maka, mari kita depe-depe mendekat dengan cara khidmah kepada NU. Insyaallah sekecil apapun khidmah kita akan membawa kebaikan dan berkah bagi diri dan keluarga," kata Gus Rif'an lagi.
Diklat dasar cyber diselenggarakan Sabtu-Ahad (3-4/8). Ini merupakan rangkaian, diklat dasar yang digelar ACM Banyumas di bawah kordinasi PC GP Ansor. Akan dilakukan diklat serupa di wilayah kecamatan lain se Banyumas hingga menyeluruh sampai 2020.

Wakil Ketua PC GP Ansor, Rochiman menegaskan supaya anggota baru ACM mengutamakan loyalitas dalam organisasi. "Sahabat-sahabat yang sudah mengikuti pendidikan ini harus memiliki loyalitas dan rela berkorban untuk organisasi. Semoga itu akan menjadi wasilah hidup berkah sampai anak cucu kita," katanya.
Secara umum, peserta diklat menerima materi mulai dari fotografi, sindikasi media, hingga pelatihan mengoperasikan drone. Ada juga pelatihan teknis menulis, baik berita pendek hingga, broadcast dan menulis caption. (*)

djito el fateh
lembaga tenaga nuklir banyumas

sumber Fb

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2295894830537270&id=100003503265384

Wednesday, April 3, 2019

Renungan Santri Pasca Hul PPMH Rawalo #Umniatul Labibah,M.Hum

#Renungan untuk santri Miftahul Huda
Moment haul dan haflah PP Miftahul Huda yang telah usai digelar, menyisakan banyak cerita. Diantaranya adalah karena moment haul dan haflah yang diadakan setahun sekali ini juga menjadi ajang silaturahim dan temu kangen para alumni yang telah tersebar di berbagai daerah dengan beragam kesibukan dan latar belakang pekerjaan dan kehidupan sosialnya yang beraneka macam.

Dalam ajang ini selain jadi moment selfa-selfi, tak luput pula menjadi media tabayun dan tasyawur. Salah satunya, isu pilpres pun tak lepas dari perkara yang di-tabayunkan oleh para alumni dan wali santri. 

Dengan suasana santai dan sambil medangan njagong ndeprok ala santri, setidaknya saya coba sampaikan dua hal. Pertama, ahlus sunnah sebagai paradigma dan sebagai   falsafah hidup yang harus di pegang erat. Ini penting disampaikan, mengingat para alumni kini tersebar di berbagai daerah, tak sedikit hidup di perkotaan dengan tantangan model kemasan agama yang beragam.

Banyak tawaran model ber-islam yang mungkin terlihat seolah lebih ng-islami, lebih profesional, modern, tidak udik atau tradisional seperti yang selama ini di kenal di kampung tempat mereka mengaji. 
Dalam hal ini, saya ingatkan bagaimana simbah nyai selalu berpesan : "urip iku ojo gumun, ojo getun" (hidup itu jangan jadi orang kagetan, mudah terpukau dengan hal-hal yang  menyilaukan, pun jangan mudah menyerah, jangan mudah menyesali sesuatunya). Falsafah ini harus dipegang, dalam mana saat ini begitu banyak hal2 yang tampak silau di mata awam, tetapi jika dilihat dengan kedalaman batin ternyata dangkal. Banyak ustadz-ustadz yang seolah-olah sangat tinggi ilmunya, pandai bicara dan sering tampil di televisi. Tetapi sebenarnya ilmu agamanya masih "cethek", sekedar nasfrif saja salah, atau malah mualaf yang baru belajar agama dari google. Jadi, ojo gumun dengan yang "wah", lihatlah keikhlasan para kyai kampung, mengajar agama tanpa kamera, mengajar ngaji tanpa gaji. Mereka adalah emas tersenyumbunyi bangsa ini, penjaga akhlak bangsa.

Kedua, kebangsaan sebagai sudut pandang bermasyarakat. Bangsa besar ini pendirinya adalah para ulama, khususnya ulama nahdliyin. Para ulama kita, ulama nahdliyin telah berijtihad bahwa untuk menjaga agama kita tidak harus mendirikan negara islam. Ulama kita bertolak dari model negara bangsa yang dibangun nabi di Madinah dengan "piagam madinah"nya yang bervisi humanis dan egalitarian.
Paham kebangsaan ini harus menjadi "point of view" dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Artinya, pada titik inilah barisan kita berdiri. Maka jika ada barisan dimana di dalamnya berisi orang atau paham atau kelompok atau organisasi yang berupaya merongrong paham keutuhan kebangsaan Indonesia, tidak ada pilihan kecuali kita harus keluar dari barisan tersebut.

Sederhana saja, keaswajaan dan kebangsaan adalah kita. Maka, berdirilah di barisan dimana keduanya ditegakkan. Lihatlah dengan hati, jangan silau dengan julukan ulama atau ustadz, sementara kalian hanya mengenalnya lewat televisi. Kyai kita adalah kyai kampung, yang mengajarkan alif ba ta pada kita. Kyai kita memiliki keilmuan yang bersanad, sanadnya nyambung dengan para ulama nahdliyin kita. Ulama yang kita tahu dan kenal kesehariannya karena mereka adalah bagian dari umat bukan besar karena bagian dari media.

Tulisan ini, hanya sekedar renungan untuk para santri miftahul huda, semoga kita semua diselamatkan Alloh dari buruknya masa. Semoga Alloh melindungi jam'iyyah kita.amiin
#SantriUntukNegri
#NgopibarengKangsantri
#NgajibarengSantri
#PAHAMSantri
#SantriIndonesia
Umniatul labibah,S.Thi.M.Hum
Ketua Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran Miftahul Huda Rawalo (STIQ)
03/04/19

Tuesday, March 19, 2019

SEKILAS PROFIL KH MABIB MAHFUDZ (PAHAM)CALON DPR RI PARTAI PKB

Sekilas tentang pak habib mahfud (PAHAM)

Habib Mahfud adalah anak ketiga dari KH ZENI ILYAS dan NY HJ MUTTASYINGAH BADAWI

Ayahanda KH Zaeni Ilyas bin KH Muh Ilyas Suhardja bin Eyang Somadirana bin Sidaleksana (Sidamulih ) dari demang Jalupura agan legok bobotsari Purbalingga. Ayahnya KH Zaeni Ilyas adalah Santri langsung dari Syeh Badawi Hanafi Kesugihan, Syeh Ihsan jampes dan Sngaji langsung kpd Syeh Mssduki Lasem, sekarang Pengasuh Pondok Pesantren Pesawahan Rawalo.

Ibunya adalah mbah nyai Hj. Mutasi'ah beliau putri KH Badawi Hanafi kesugihan, Ny Hj Muttasyingah  adik dari alm. romo kiai Mustholih badawi,  berarti pak habib adalah cucunya mbah Badawi pendiri pp. Ihya ulumudin ksugihan clp.

istrinya pak Habib Mahfudz, yaitu Siti Hajar  adalah putri alm. KH Muhyiddin parakan onje, yg berasal dari tempur sari klaten adik dsri mbah ti almuayad Solo,  Ny. Hj. Hajar al hafidzoh, adiknya bu nyai Tasdiqoh Al hafidzoh nyai dari abuya Toha Alawi  pengasuh pp. Athohiriyah pwt

Mba yunya pak habib Nyai Hj. Linatussofiyah al hafidzoh,  istrinya ky. Muslih abdurohim pengasuh pp al azhar banjarpatoman..
#paham juga adik dari KH  drs  nasrulloh MAg ketua PCNU Cilacap, rektor IAIIG-UNUGA Kesugihan

Gus Imdad beserta Masyaikh PPAI al- ihya mengintruksikan seluruh santri dan alumninya untuk menghibahkan suranya untuk pak habib mahfudz,
Gus yusuf khudlori jg menghimbau kepada seluruh alumni tegal rejo agar Paham
Gus sholah pp. Al hikmah benda sirambog lewat forum HISBAN menghimbau untuk memilih Habib Mahfud

KH Yusuf ketua alumni blok agung dlm rutinan seluruh alumni juga mengintruksikan untuk memilih dan memenangkan Pak habib mahfud
 masyayih jampes kepada alumni di wilayah banyumas clp jg menghimbau hal yg sama,  krn mbah zaeni ilyas adalah alumni tersepuh yang ngaji langsung ke syaikh ihsan jampes

Ini bukti keseriusan ulama ulama sepuh mengayu bagyo hajate dzuriyyah mbah badawi...
KH Munawir Abdurohim bersama Pebgasuh Al Azhar Citangkolo juga menerbitksn surat rekom untuk #paham terhadap alumni dan walisantrinya
Dukungan juga datang dari Gus Tubagus Bakri pengasuh MISK Kalieungu, jaringan Santri Alumbi trenggalek dan nganjuk serta tebuireng
ALumni SMP Ya bakii dan SMA Ya Bakii serta alumni IAIN Walisogo.

Semoga dg membantu dzuriyah ulama bisa menjdikan kita kecipratan berkahnya  para ulama. Dan bukti kecintaan kita kepada para ulama yang jelas jelas hum warosatul anbiya. Amin
Semoga hasil maksud maslahah...amiin
Mohon keikhlasan hibah suara untuk HABIB MAHFUD,  S.Ag caleg DPR RI no 2 dari PKB
Habib Mahfud bin H Zaeni ilyas, lahir banyumas, 1 mei 1972
Pendidikan formal MI Ma'arif, SMP Ya Bakii, SMA Ya Bakii, IAIN Walisongo,, riwayat ngaji kepsda KH Zaeni ilyas dan Hj Muttasyingah, PPAI Alihya Kesugihan, PP HidayatulMubtadiin anjasmoro, MISK Kaliwungu kendal
Pernah menjabat
Kepala SMK Tekom MBM
Kepala MA Pesawahan
STIQ Miftahulhuda
Ketua Fraksi DPRD Banyumas
Sekretaris Inkoritel Smesco Jakarta
Saat ini ketua DPC PKB Banyumas